Senin, 24 Oktober 2016

Perbedaan Sistem Pneumatik dengan Sistem Hidrolik

Sistem pneumatik adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan udara terkompresi untuk menghasilkan efek gerakan mekanis. Karena menggunakan udara terkompresi, maka sistem pneumatik tidak dapat dipisahkan dengan kompresor, sebuah alat yang berfungsi untuk menghasilkan udara bertekanan tertentu.


Sistem kerja pneumatik mirip dengan sistem hidrolik. Ada beberapa bagian komponen yang sedikit berbeda, namun seperti aktuator (motor dan silinder), filter, dan solenoid valve memiliki prinsip yang sama dengan sistem hidrolik. Perbedaan mendasar dari kedua sistem tersebut adalah fluida kerja yang digunakan, sistem hidrolik menggunakan fluida inkompresibel sedangkan pada sistem pneumatik menggunakan fluida kompresibel. Tekanan kerjanya juga pada range yang berbeda, jika sistem hidrolik bekerja pada tekanan 6,9-34 MPa, maka sistem pneumatik bekerja pada tekanan rendah 550-690 KPa.
Berikut mari kita bandingkan kelebihan sistem pneumatik daripada sistem hidrolik:
1. Sistem Pneumatik
  • Sistem pneumatik memiliki desain sistem dan kontrol yang sederhana. Komponen umumnya sangat mudah penginstallannya dan sistem kontrolnya sederhana seperti halnya kontrol ON dan OFF.
  • Memiliki reliabilitas tinggi karena sistem hidrolik berumur panjang dan budget perawatan yang rendah. Selain itu karena sifat gas yang kompresibel, maka ia tidak mudah rusak akibat beban kejut. Gas akan menyerap gaya kejut tersebut, berbeda dengan fluida hidrolik yang secara langsung akan mentransfer gaya kejut tersebut.
  • Gas terkompresi dapat disimpan untuk jangka waktu tertentu, sehingga dapat menggunakan mesin pneumatik untuk jangka waktu tertentu sekalipun supply listrik terputus.
  • Lebih aman karena tidak mudah terbakar seperti sistem hidrolik.
2. Sistem Hidrolik
  • Fluida liquid pada sistem hidrolik tidak menyerap gaya apapun yang dikenakan padanya.
  • Sifatnya yang inkompresibel menyebabkan penggunaan pada beban kerja yang lebih besar dan bekerja pada gaya yang lebih besar pula.
  • Fluida hidrolik yang inkompresibel juga meminimalisir gaya spring. Saat sistem hidrolik berhenti, tidak diperlukan proses pelepasan tekanan fluida karena saat sistem berhenti tekanan fluida pun juga sekaligus hilang, kecuali adanya penggunaan akumulator pada sistem.

Nama : Jamaludin
NPM  : 25414589
Kelas  : 3IC08
Tugas Metodologi Penelitian#
Universitas Gunadarma 

Kamis, 26 Mei 2016

GUNAKAN ATRIBUT “TURN BACK CRIME” DI BUI 3 BULAN?


 (photo : Jamaludin/memo.co.id)


Jakarta, memo.co.id
Penggunaan atribut “TURN BACK CRIME” sudah merajalela di tengah masyarakat Ibukota. Namun Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jendral Badrodin Haiti mengeluarkan larangan terhadap mesyarakat sipil menggunakan atribut “Turn Back Crime”, tak segan-segan masyarakat sipil yang menggunakan symbol khusus polisi atau Interpol akan diberi sanksi pidana kurungan 3 bulan. Begitulah isu yang beredar ditengah masyarakat.

Namun Kapolri Jendral Badrodin Haiti membantah akan isu tersebut yang tengah ramai diperbincangkan masyarakat dan menurut dia itu adalah berita hoax.

“itu hoax, yang seperti itu harus dicek betul. Nggak ada yang seperti itu, jadi kalu orang itu melakukan kejahatan mau pakai baju polisi, pakai kaos bertuliskan TBC tangkap saja, enggak ada urusannya. Terus dengan pakai kaos TBC kebal hukum gitu? Enggak lah,” ujar Badrodin di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta.

Lanjut Kapolri menegaskan TBC itu bukan uniform polisi, nama TBC hanya motto dari Interpol. Dan membolehkan siapa saja menggunakan atribut tersebut.

“Begini saya sampaikan, Turn Back Crime itu bukan uniform polisi, bukan juga uniform Interpol. TBC itu hanya motto dari Interpol. Boleh siapa saja pakai itu, taka da larangan sekalipun belakangnya tulisan Polisi boleh, enggak apa-apa,” imbuh dia.

Badrodin menjelaskan, tidak ada edaran untuk menangkap bagi yang memakai kaos TBC. Badrodin juga menjelaskan TBC bukan seragam reserse.

“Kalau reserse itu enggak ada, harus dilihat seragamnya. Serse itu bagaimana bisa berseragam. Kalau sidak polisi bisa ditanya ada surat tugasnya, kalau dia mau melakukan penangkapan tak ada surat tugasnya, ya lihat namanya,” ujar Badrodin.

Badrodin melanjutkan bahwa selama ini dia melihat dampak positif dari penggunaan kaos TBC di tengah masyarakat.

“Saya tidak bisa melihat dampak negatif, saya melihat dampak positif, setiap orang pakai TBC, mengingatkan dia bahwa kejahatan harus dicegah dan ditanggulangi.” Tegas Badrodin.
(jamaludin)

web : http://memo.co.id/gunakan-atribut-turn-back-crime-di-bui-3-bulan/





Nama : Jamaludin
NPM : 25414589
Kelas : 2IC08

Mahasiswa se Indonesia Ingatkan ‘Nawacita’ Jokowi dan Tolak Kapitalisasi Ekonomi


 (photo: Jamaludin/memo.co.id)


Jakarta, Memo.co.id
Ratusan Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara pada hari Jum’at (20/05/2016) bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei.

Massa yang terlibat aksi unjuk rasa ialah dari mahasiswa UI, ITB, UPI Bandung, Universitas Brawijaya, Institut Sepuluh November (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB), UNS dan Universitas Diponegoro (Undip). Disusul dari massa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pada sore hari.

Seluruh aksi unjuk rasa yang di lakukan para mahasiswa ini tiba di Silang Monas dengan melakukan Longmarch dari depan Bundaran Indosat melawati Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat ke depan Istana Negara. Aksi ini dikawal ketat oleh pihak kepolisian yang dipimpin oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat yang baru Kombes Pol Dwiyono dan Kapolsek Metro Gambir, AKBP Ida Ketut Gahananta Krisna.

Massa aksi demonstrasi beorasi mempertanyakan pelaksanaan Nawacita oleh Presiden Joko Widodo. Tuntutan massa yakni untuk menolak ekonomi kapitasi dan meminta praktik penegakkan hukum tak tebang pilih.

Pantauan dilokasi di depan pintu Silang Barat Monas, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, siang pukul 12.00 WIB, para demonstrasi beristirahat dan melakukan Shalat Jum’at berjamaah di sekitar lokasi demo. Pukul 13.00 WIB orasi kembali berlanjut. 

Orasi yang dilakukan mahasiswa sempat terjadi kericuhan yang berlangsung sejak siang hari saat salah seorang demonstran terlibat kontak fisik dengan petugas yang berjaga dilokasi.

Kemacetan pun tak terurai lagi dari lokasi demonstrasi hingga di depan Bundaran Patung Kuda. Kendaraan yang lewat berjalan dengan sangat pelan. Saat bentrokan terjadi kendaraan tidak bisa melewati Jl. Medan Merdeka Barat. Jalanan sempat ditutup oleh pihak kepolisian.

Aksi massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) sempat memblokade jalan dikarenakan merekan ditahan oleh aparat kepolisian. Aksi saling dorong tak terhindarkan.

Hingga pukul 17.30 WIB, massa demonstrasi masih melakukan unjuk rasa. Aparat terpaksa membubarkan aksi unjuk rasa pada pukul 18.00 WIB sesuai jam peraturan untuk melakukan demonstrasi dibubarkan. Dalam pembubaran massa ini sempat terjadi penolakan dari massa demonstrasi yang ingin tetap melakukan demo hingga malam hari. Namun pihak kepolisian terus melakukan pembubaran paksa kepada para pendemo. Massa demonstrasi pun membubarkan diri pada pukul 18.15 WIB.

Aksi mahasiswa melakukan demo tidak hanya dilakukan di depan Istana Negara, namun ada puluhan mahasiswa yang melakukan demo di depan kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur. aksi unjuk rasa ini diwarnai kericuhan dengan membakar ban dijalan. Orasi ini membuat kemacetan yang panjang karena massa memblokade jalan. Pihak kepolisian pun membubarkan unjuk rasa karena membuat kemacetan yang panjang di jam pulang kerja.
(jamal)

web : http://memo.co.id/mahasiswa-se-indonesia-ingatkan-nawacita-jokowi-dan-tolak-kapitalisasi-ekonomi/




Nama : Jamaludin
NPM : 25414589
Kelas : 2IC08

Senin, 02 Mei 2016

TELAH DITEMUKAN MAYAT LELAKI TERGELETAK DI PINGGIR REL



TELAH DITEMUKAN MAYAT LELAKI TERGELETAK DI PINGGIR REL

(photo : Jamaludin)


Jakarta- telah ditemukan mayat lelaki tergeletak di pinggir rel kereta api di dekat pintu rel kereta api Pasar Enjo, Pulogadung, Jakarta timur pada dini hari Selasa (02/05/2016). Seorang menemukan sesosok mayat lelaki ini di pinggir rel kereta api dekat pintu rel kereta api Pasar Enjo pada sekitar pukul 00:30 WIB. 

Ciri-ciri mayat saat di temukan di lokasi :
-          Mengenakan kemeja lengan pendek.
-          Mengenakan celana bahan panjang berwarna hijau.
-          Mengenakan sandal berwarna hitam.
-          Berambut pendek.

Kondisi mayat tersebut ditemukan tergeletak di pinggir rel dengan berwajah biru kehitaman dan lidah menjulur keluar, tidak ada luka-luka dan darah yang berceceran.

(photo : Jamaludin)



Pihak kepolisian dari Polsek Metro Pulogadung tiba di lokasi pada sekitar pukul 01:30 WIB dan langsung melakukan pengecekan identitas mayat tersebut. Dan pihak kepolisan menemukan dompet di kantong celana belakang mayat tersebut. Dan ditemukan ktp dan sejumlah uang.

(photo : Jamaludin)


Berikut identitas mayat tersebut :
Nama : Sumarso
TTL : Karang Kobar, 13-12-1953
Alamat : Perum Graha Indah B5/6 Rt.007/013, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi.
Pekerjaan : Pensiunan

(photo : Jamaludin)


Saat ini mayat tersebut di bawa ke RSCM pada sekitar pukul 02:30 WIB. Pihak kepolisin belum bias memastikan apa penyebab mayat tersebut tergeletak di pinggir rel.

Selasa, 19 April 2016

Tauran pecah kembali di klender, warga saling lempar petasan dan batu



DINI HARI TAURAN PECAH DI KLENDER

(photo : Jamaludin/pasangmata.detik.com)
  
Jamaludin/newshunters-pasangmata.detik.com
Selasa (19/04/2016)

Jakarta- tauran kembali pecah di jalan I Gusti ngurah Rai, Jakarta Timur pada Selasa (19/04/2016) dini hari pukul 01.30 WIB. Tauran melibatkan warga Kebon Singkong dengan Cipinang Jagal. Tauran ini melibatkan puluhan para remaja hingga orang dewasa. Penyebab tauran ini belum diketahuin. Menurut keterangan pihak kepolisian yang menangani tauran ini, penyebab tauran diakibatkan masih ada dendam lama. Memang wilayah ini tahun lalu juga sering adanya tauran warga.


 Pihak kepolisian dari Sabhara Polres Metro Jakarta Timur Menembakkan gas air mata ke arah pelaku tauran yang sempat ada perlawanan dari warga yang melakukan tauran
(photo : Jamaludin/pasangmata.detik.com)

para warga pelaku tauran ini saling serang menggunakan batu, botol beling, bambu hingga petasan untuk menyerang lawannya.

sisa batu dan beling yang digunakan untuk tauran warga yang berceceran di jalan 
(photo : Jamaludin/pasangmata.detik.com)

Pihak kepolisan dari Polres Metro Jakarta Timur yang menangani kasus ini di bantu dari pihak Polsek Metro jatinegara dan Polsek Metro Duren Sawit. Karena tauran ini melibatkan dua wilayah perbatasan kecamatan Jatinegara dengan Duren Sawit


pihak kepolisian menyisir lokasi tauran
(photo : Jamaludin)
Tauran ini dibubarkan dengan bantuan dari pihak Sabhara Polres Metro Jakarta Timur dengan menembakkan gas air mata. Saat membubarkan aksi tauran ini, sempat adanya perlawanan dari warga yang melakukan aksi tauran ini. 

Tauran dapat di bubarkan setelah 1 jam kemudian pada pukul 02.30 WIB. Namun pihak kepolisian masih berjaga di lokasi tauran guna menghindari tauran kembali terjadi.

 pihak sabhara Polres Metro Jakarta Timur melakukan penjagaan di lokasi tauran
(photo : Jamaludin)


Senin, 18 April 2016

KEBAKARAN DIKAWASAN KUNINGAN - Kompor meledak dari warteg penyebab kebakaran



KEBAKARAN DIKAWASAN KUNINGAN


(photo : Jamaludin)


Jakarta- kebakaran kembali terjadi di DKI Jakarta, kali ini kembali terjadi di daerah Kuningan, Jakarta selatan. Kebakaran kali ini bertepatan dengan kawasan yang di kelilingi gedung-gedung tinggi tepat di sebrang jalan laying non tol (JLNT) Casablanca. Kebakaran kali ini menmpa bangunan kios semi permanen dekat dengan pusat oleh-oleh dan kerajinan DKI Jakarta yang beralamat di Jalan Satrio Rt.03 Rw. 03 Kelurahan Karet, Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan. Kebakaran terjadi pada hari Minggu 17 April 2016 pada pukul 15.20 WIB

Menurut Sumarno, Komandan Pleton Pemadam Kebakaran Sektor Setiabudi, di lokasi, Minggu (17/4/2016) laporan kebakaran masuk pada pukul 15.45 WIB dan petugas langsung menuju ke lokasi. Sedikitnya 18 unit mobil pemadam kebakran dari Sudin Jakarta Selatan diterjunkan.

“Ada 18 unit mobil damkar yang dikerahkan semua dari wilayah Jaksel. Sementara anak-anak (petugas,-red) sudah berhasil melokalisir kebakaran, jadi tidak merembet,” tambah Sumarno.

Beberapa kali kawasan ini diguyur hujan cukup deras yang membantu proses pemadaman kebakaran kios dan bangunan semi permanen yang terbakar itu. “Alhamdulillah dibantu hujan jadi proses penanganan cukup cepat. Sekarang tinggal proses pendinginan dan pemadaman api dibeberapa titik tersisa,” ujar Sumarno saat di konfirmasi pada pukul 16.45 WIB.

Data yang didapatkan dari pihak kepolisian dari Polsek Metro Setiabudi Jakarta selatan Pim Pawas Iptu Mujianto, di lokasi. Bahwa yang terbakar adalah kios semi permanen yang terdiri dari bengkel motor, kios plat/stempel, warteg, kois parfum, laundry, kios mie ayam dan kios kwetiau dan sembako.saksi yang didaptkan ada 2 yaitu Pak Rt Sony Sugianto (47), Pemilik Kios Mie Kwitiaw Bapak Hartono.

Kronologis yang didapatkan dari saksi yang disampaikan oleh Iptu Mujianto sebagai berikut :

-          Sekira pukul 15.20 WIB, saksi mendapat informasi telah terjadi kebakaran dan di diduga sumber api dari warteg dan ada ledakan, kemudian tidak lama api sudah membesar dam merembet ke kios di samping kanan warteg.

-          Kemudian saksi melaporkan ke Polsek Metro Setiabudi Jakarta Selatan

Kebakaran yang terjadi bersumber dari adanya ledakan kompor yang berasal dari warteg.

“kebakaran terjadi karena adanya kompor yang meledak dari kios warteg” ujar Mujianto.
Api dapat berhasil dipadamkan setelah 2 jam kemudian pada pukul 17.00 WIB.

“Api dapat dinyatakan padam pada jam 17.00 WIB, dan sekitar 20 mobil pemadam kebakaran diterjunkan” ujan Mujianto.

Pada peristiwa kebakaran ini tidak ada korban jiwa dan korban luka-luka saat proses pemadaman kebakaran terjadi.

“ Untuk korban jiwa dan korban luka-luka nihil” tutup  Iptu Mujianto.

Lalu lintas disekitar kebakaran mengalami kemacetan yang panjang yang menuju kearah tanah abang. Kendaraan yang melintas menuju arah tanah abang di alihkan ke jalan yang menuju arah jembatan Casablanca, satu jalur di gunakan dua arah.


(photo : Jamaludin)