Jumat, 09 Januari 2015

Tugas 3 #Ilmu sosial Dasar (softskill) Artikel tentang Hak Asasi Manusia (HAM) == Pelanggaran Terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) ==



TUGAS 3 ARTIKEL
#ILMU SOSIAL DASAR (SOFTSKILL)
Hak Asasi Manusia (HAM)






  NAMA                          : JAMALUDIN
  NPM                             : 25414589
  KELAS                         : 1IC10




JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015

===========================================================

        PELANGGARAN TERHADAP HAK ASASI MANUSIA (HAM)

           Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang telah dimiliki oleh setiap manusia atau seluruh manusia sejak dia dalam kandungan seorang Ibu. Setiap manusia yang telah diciptakan oleh Tuhan YME. mempunyai hak untuk mendapatkan Hak Asasi Manusia disetiap Negara, maupun masih didalam kandungan seorang Ibu hingga wafatnya seorang manusia. Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi Hak setiap manusia. 
        Hak Asasi Manusia (HAM) mucul dari keyakinan manusia itu sendiri bahwasanya semua manusia selaku makhluk ciptaan Tuhan adalah sama dan sederajat. Manusia dilahirkan bebas dan memiliki martabat serta hak-hak yang sama. Atas dasar itulah manusia harus diperlakukan secara sama adil dan beradab. HAM bersifat universal, artinya berlaku untuk semua manusia tanpa mebeda-bedakannya berdasarkan atas ras, agama, suku dan bangsa (etnis).

        Dasar-dasar Hak Asasi Manusia (HAM) tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of  USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 1, pasal 30 ayat 1 dan pasal 31 ayat 1. Dalam teori perjanjian bernegara, adanya Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis. Pactum Unionis adalah perjanjian antara individu-individu atau kelompok-kelompok masyarakat membentuik suatu negara, sedangkan pactum unionis adalah perjanjian antara warga negara dengan penguasa yang dipiliah di antara warga negara tersebut (Pactum Unionis). Thomas Hobbes mengakui adanya Pactum Subjectionis saja. John Lock mengakui adanya Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis dan JJ Roessaeu mengakui adanya Pactum Unionis. Ke-tiga paham ini berpenbdapat demikian. Namun pada intinya teori perjanjian ini meng-amanahkan adanya perlindungan Hak Asasi Warga Negara yang harus dijamin oleh penguasa, bentuk jaminan itu mustilah tertuang dalam konstitusi (Perjanjian Bernegara).

         Dalam kaitannya dengan itu, maka HAM yang kita kenal sekarang adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan yang hak-hak yang sebelumnya termuat, misal, dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika atau Deklarasi Perancis. HAM yang dirujuk sekarang adalah seperangkat hak yang dikembangkan oleh PBB sejak berakhirnya perang dunia II yang tidak mengenal berbagai batasan-batasan kenegaraan. Sebagai konsekuensinya, negara-negara tidak bisa berkelit untuk tidak melindungi HAM yang bukan warga negaranya. Dengan kata lain, selama menyangkut persoalan HAM setiap negara, tanpa kecuali, pada tataran tertentu memiliki tanggung jawab, utamanya terkait pemenuhan HAM pribadi-pribadi yang ada di dalam jurisdiksinya, termasuk orang asing sekalipun. Oleh karenanya, pada tataran tertentu, akan menjadi sangat salah untuk mengidentikan atau menyamakan antara HAM dengan hak-hak yang dimiliki warga negara. HAM dimiliki oleh siapa saja, sepanjang ia bisa disebut sebagai manusia.


A.  Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)

      Ada berbagai versi definisi mengenai HAM. Setiap definisi menekankan pada segi-segi tertentu dari HAM. Berikut beberapa definisi tersebut. Adapun beberapa definisi Hak Asasi Manusia (HAM) adalah sebagai berikut:

      1. UU No. 39 Tahun 1999
           Menurut Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999, HAM adalah seperangkat hak yang     melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak itu      merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

   2. John Locke
       Menurut John Locke, hak asasi adalah hak yang diberikan langsung oleh Tuhan sebagai sesuatu yang bersifat kodrati. Artinya, hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya, sehingga sifatnya suci.

    3. David Beetham dan Kevin Boyle
       Menurut David Beetham dan Kevin Boyle, HAM dan kebebasan-kebebasan fundamental adalah hak-hak individual yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan serta kapasitas-kapasitas manusia.
     
    4. C. de Rover
      HAM adalah hak hukum yang dimiliki setiap orang sebagai manusia. Hakhak tersebut bersifat universal dan dimiliki setiap orang, kaya maupun miskin, laki-laki ataupun perempuan. Hak-hak tersebut mungkin saja dilanggar, tetapi tidak pernah dapat dihapuskan. Hak asasi merupakan hak hukum, ini berarti bahwa hak-hak tersebut merupakan hukum. Hak asasi manusia dilindungi oleh konstitusi dan hukum nasional di banyak negara di dunia. Hak asasi manusia adalah hak dasar atau hak pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi manusia dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang. Hak asasi manusia bersifat universal dan abadi.

   5. Austin-Ranney
       HAM adalah ruang kebebasan individu yang dirumuskan secara jelas dalam konstitusi dan dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah.

   6. A.J.M. Milne
       HAM adalah hak yang dimiliki oleh semua umat manusia di segala masa dan di segala tempat karena keutamaan keberadaannya sebagai manusia.

   7. Franz Magnis- Suseno
       HAM adalah hak-hak yang dimiliki manusia bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat. Jadi bukan karena hukum positif yang berlaku, melainkan berdasarkan martabatnya sebagai manusia. Manusia memilikinya karena ia manusia.
    
    8. Miriam Budiardjo
     Miriam Budiardjo membatasi pengertian hak-hak asasi manusia sebagai hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran atau kehadirannya di dalam masyarakat.

     9. Oemar Seno Adji
        Menurut Oemar Seno Adji yang dimaksud dengan hak-hak asasi manusia ialah hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang sifatnya tidak boleh dilanggar oleh siapapun, dan yang seolah-olah merupakan suatu holy area.


B.  Gambaran Umum Pelanggaran Terhadap Hak Asasi Manusia (HAM)
           
     1.      Penindasan dan merampas hak rakyat dan oposisi dengan sewenang-wenang.
           2.      Menghambat dan membatasi kebebasan pers, pendapat dan berkumpul bagi hak rakyat dan       oposisi.
    3.      Hukum (aturan dan/atau UU) diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi.
          4.   Manipulatif dan membuat aturan pemilu sesuai dengan keinginan penguasa dan partai     tiran/otoriter tanpa diikut/dihadir rakyat dan oposisi
          5.   Penegak hukum dan/atau petugas keamanan melakukan kekerasan/anarkis terhadap rakyat dan oposisi di manapun.
   

C  . fakta Yang Telah Terjadi di Indonesia

        Selama 16 tahun pasca reformasi, berbagai inisiatif telah dilakukan untuk menggali jalan penyelesaian atas tuntutan keadilan dari para korban dan masyarakat sipil. Keseluruhan langkah itu tertuang dalam berbagai kebijakan yang dilahirkan pemerintah dalam berbagai bentuknya. Namun, keseluruhan langkah kebijakan tersebut belum menghasilkan langkah berarti, baik karena minim dukungan politik maupun karena bersifat parsial dan kurang komprehensif, sehingga tidak menghasilkan pondasi bagi langkah penyelesaian yang berkelanjutan dan komprehensif.

        Beberapa langkah awal untuk mengukuhkan komitmen politik atas penyelesaian tercermin dari serangkaian dokumen negara penting yang lahir dalam periode 1998 – 2004, gagal menghasilkan langkah-langkah politik yang berarti meskipun telah menjadi peraturan hukum normatif yang berlaku dan belum sepenuhnya merealisasikan teks dalam realitas keseharian yang nyata.

         Agenda pengungkapan kebenaran di tingkat nasional dan di juga di Papua dan Aceh -- sebagaimana diatur dalam UU Otsus maupuan UU PA-- hingga kini belum terbentuk. Mekanisme pembentukan pengadilan hak asasi manusia, juga menghasilkan pembebasan para terdakwa dan berlanjutnya pengabaian berkas-berkas perkara yang diselidiki oleh Komnas HAM.

        Beberapa inisiatif parsial yang didesakkan masyarakat dan korban membuahkan langkah-langkah yang meski tidak menjawab persoalan utama mengenai tuntutan keadilan, telah meletakkan dasar bagi kemungkinan pemenuhan kewajiban negara terhadap kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia pada masa lalu. Inisiatif ini terekam dalam perkembangan kebijakan dalam pemulihan korban secara terbatas melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam koordinasi dengan Komnas HAM dengan skema pemberian bantuan medis dan psikososial bagi korban.

          Proses pemutusan akses informasi mengenai berbagai peristiwa pelanggaran hak asasi manusia  yang dilakukan selama pemerintahan Orde Baru telah menyebabkan hilangnya memori kolektif masyarakat atas pelanggaran hak  asasi manusia  yang terjadi. Situasi ini berdampak besar pada hilangnya dukungan publik terhadap berbagai upaya yang dilakukan untuk mendorong penuntasannya, baik yang berasal dari masyakarat dan korban, maupun inisiatif yang didukung dengan kebijakan hukum pemerintah. Lebih jauh, situasi ini menjelaskan mengapa tuntutan keadilan dan upaya penuntasan pelanggaran hak asasi manusia masa lalu hampir tidak pernah menjadi diskursus populer bagi publik dan dirasakan sebagai sesuatu yang tidak menjadi bagian dari masalah sehari-hari masyarakat diakar rumput.

      Kebuntuan penuntasan ini juga menimbulkan masalah lain yang lebih besar dengan secara diam-diam ‘menormalkan’ kekerasan dan penggunaan kekerasan sebagai praktik keseharian dalam bernegara.

      Reproduksi kekerasan ini muncul dalam simptom-simptom yang meski tidak secara langsung memiliki keterkaitan dengan peristiwa pelanggaran hak asasi manusia masa lalu, tetapi secara lebih dalam mencerminkan reproduksi pola kekerasan yang sama.  Hal ini terekam dalam  berbagai peristiwa  seperti kekerasan oleh kelompok berbasis  agama, konflik  antar  masyarakat yang didasari pada  akses  pengelolaan sumber daya alam, dan  berbagai peristiwa lainnya. Dalam jangka panjang, situasi ini jelas menggerogoti agenda penguatan ke’Bhinekaan’ dan restorasi sosial dalam masyarakat.

D.   Tanggapan sebagai Mahasiswa Terhadap Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)
            Sebagai seorang Mahasiswa saya sangat sedih sering melihat dan mendengar pelanggaran-pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia. Terutama di Indonesia sangat banyak masyarakat yang mengambil hak orang lain, mereka tidak mengetahui betapa pentingnya menjaga Hak Asasi terhadap orang lain. Upaya – upaya yang telah dilakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) masih kurang menyadarkan masyarakat untuk menghargai HAM, maka dari itu saya sebagai Mahasiswa mengupayakan untuk memberikan penyuluhan – penyuluhan disetiap daerah untuk menjelaskan pengertian HAM, pentingnya HAM, dan bagaimana cara mengahargai Hak Asasi Manusia. Saya juga meminta bantuan terhadap KOMNAS HAM untuk membantu memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

            Demikian yang dapat saya sampaikan, bilamana ada kesalahan-kesalahan informasi dapat menghubingi admin supaya saya segera mengganti atau merubah. 

Sumber referensi :





Kamis, 20 November 2014

DEMO TOLAK KENAIKAN BBM


Himpunan Mahasiswa Muhammadiyah Jakarta melakukan unjuk rasa di Bundaran Tugu Tani Jakarta (18/11) dini hari. mereka menolak kepada presiden JOKOWI untuk menaikan harga BBM yang akan datang. dan mereka akan melakukan demo besar-besaran jika rencana kenaikan harga BBM akan segera dilaksanakan.
:: Jamal SNAP
— di Patung Tugu Tani.

Rabu, 19 November 2014

TUGAS 2 ILMU SOSIAL DASAR# (SOFTSKILLS) == PEMUDA DAN SOSIALISASI ==



TUGAS 2 ILMU SOSIAL DASAR#
PEMUDA DAN SOSIALISASI





NAMA                                    : JAMALUDIN
NPM                                        : 25414589
KELAS                                    : 1IC10
                            




UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN




Pemuda Mahasiswa dalam Proses bersosialisasi di Masyarakat

1.      Pengertian Pemuda

           Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai.hal ini merupakan pengertian idiologis dan kultural daripada pengertian ini. Didalam masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karma pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.

Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat,antara lain :
a.       Kemurnian idealismenya
b.      Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang     baru
c.       Semangat pengabdiannya
d.      Sepontanitas dan dinamikanya
e.       Inovasi dan kereativitasnya
f.       Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
g.      Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h.      Masihlangkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat,sikap dan tindakanya dengan kenyatan yang ada.

2.      Sosialisasi Pemuda
           
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri,bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi,baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Ada beberapa hal yang perlu kiya ketahui dalam sosialisasi,antara lain:
a) Proses sosialisasi
Istilah sosialisasi menunjuk pada semua factor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang kain. Proses sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkunga budayanya. Dari proses tersebut,seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau memgikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan,melainkan melalui proses sosialisasi.


b) Media Sosialisasi
o Orang tua dan keluarga
o Sekolah
o Masyarakat
o Teman bermain
o Media Massa.

c) Tujuan Pokok Sosialisasi
o Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
o Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
o Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
o Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.

3.      Hakekat Pemuda

Ada beberapa hakekat kepemudaan yang ditinjau dari dua asumsi :
a.       pengkhayatan mengenai proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu kontinum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah, dan setiap fragmen mempunyai artinya sendiri-sendiri. Pemuda dibedakan dari anak dan orang tua dan masing-masing fragnen itu mewakili nilai sendiri.
b.      merupakan tambahan dari asumsi wawasan kehidupan ialah posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri.Pemuda sebagai suatu subjek dalam hidup, tentulah mempunyai nilai sendiri dalam mendukung dan menggerakan hidup bersama. Hal ini hanya bisa terjadi apabila tingkah laku pemuda itu sendiri ditinjau sebagai interaksi dalam lingkungannya dalam arti luas.

Ciri utama dari pendekatan ini melingupi dua unsur pokok yaitu unsur lingkungan atau ekologi sebagai kesekuruhan dan kedua,unsure tujuan yang menjadi pengarah dinamika dalam lingkungan itu.Keseimbangan antara manusia dengan lingkungannya adalah suatu keseimbangan yang dinamis, suatu interaksi yang bergerak.Arah gerak itu sendiri mungkin ke arah perbaikan mungkin pula ke arah kehancuran.

           Peran strategis pemuda dalam pembangunan nasional sangatlah penting artinya dan telah dibuktikan didalam berbagai peran pemuda seiring dengan perjalanan suatu bangsa. Pemuda adalah generasi penerus bangsa dan penentu masa depan sebuah bangsa. Tetapi, para pemuda inipun memiliki masalah yang selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubunganya dengan generasi yang lebih tua. Masalah yang dialami biasanya berhubungan dengan nilai-nilai dalam masyarakat. Masalah kepemudaan yang lain adalah belum atau kurang mandirinya dalam hal ekonomi dan kurang dewasa dari segi psikologis. Adapun permasalahan yang melingkupi pemuda antara lain:
-Misorientas pemuda dalam menatap masa depan yang cenderung melihat polotik    sebagai
    panglima, akibatnya pemuda saling berlomba merebut kekuasaan dibidang politik, bukan     dibidang ekonomi.
-Rendahnya akses dan kesempatan pemuda untuk memperoleh pendidikan
-Rendahnya minat membaca dikalangan pemuda
-Belum serasinya kebijakan kepemudaan di tingkat nasional dan daerah

-Maraknya masalah-masalah social dikalangan pemuda, seperti kriminalitas,  premanisme,     narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan seks bebas yang dapat menimbulkan HIV

4.      Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Maksud dari pola pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu. Serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
 Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :
1.     Landasan idiil : Pancasila
2.     Landasan konstitusional : UUD 1945
3.     Landasan Strategis : Garis-garis besar haluan negara
4.     Landasan historis : Sumpah pemuda tahun 1928 dan Proklamasi kemerdekaan
5.     Landasan normatif : etika, tata nilai dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat

5.      Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat.
    Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang dalam atau dengan kata lain solidaritas sosial. Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat sekat kelompok, namun solidaritas sosial yang universal secara menyeluruh serta dapat melepaskan keangkuhan dan kesombongan. Mahasiswa tidak bisa melihat penderitaan orang lain, tidak bisa melihat penderitan rakyat, tidak bisa melihat adanya kaum tertindas dan di biarkan begitu saja. Mahasiswa dengan sifat kasih dan sayangnya turun dan memberikan bantuan baik moril maupun materil bagi siapa saja yang memerlukannya.
Selaku Pemuda kita dituntut aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, sosialisasi dengan warga sekitar. Kehadiran pemuda sangat dinantikan untuk menyokong perubahan dan pembaharuan bagi masyarakat dan negara. Aksi reformasi disemua bidang adalah agenda pemuda kearah masyarakat madani. Reformasi tidak mungkin dilakukan oleh orang tua dan anak-anak.

6.      Peranan Pemuda Dalam Pembangunan Masyarakat ,Bangsa dan Negara

      Dalam hubungannya dengan sosialisasi geenerasi muda khususnya mahasiswa telah melaksanakan proses sosialisasi dengan baik dan dapat dijadikan contoh untuk generasi muda, mahasiswa pada khususnya pada saat ini.

      Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 ternyata perlu ditebus dengan pengorbanan yang tinggi. Oleh karena segera setelah proklamasi pemuda Indonesia membentuk organisasi yang bersifat politik maupun militer, diantaranya KAMI(Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) yang didirikan oleh mahasiswa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
      KAMI menjadi pelopor pemdobrak kearah kehidupan baru yang kemudian dikenal dengan nama orde baru (ORBA). Barang siapa menguasai generasi muda, berarti menguasai masa depan suatu bangsa, demikian bunyi suatu pepatah. Berarti masa depan suatu bangsa itu terletak ditangan generasi mudas.
Kalau dilihat lebih mendalam, mahsiswa pada garis besarnya mempunyai peranan sebagai:
a. agent of change
b. agent of development
c. agent of modernizatiom

Sebagai agent of change, mahasiswa bertugas untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam masyarakat kearah perubahan yang lebih baik. Sedangkan agent of development, mahasiswa bertugas untuk melancarkan pembangunan di segala bidang, baik yang bersifat fisik maupun non fisik.Sebagai agent of modernization, mahasiswa bertugas dan bertindak sebagai pelopor dalam pembahruan.

7.      Solusi Saya sebagai Mahasiswa Terhadap Pemuda Mahasiswa dalam Bersosialisasi di Masyarakat

Peran dan solusi saya sebagai mahasiswa dimasyarakat yaitu meningkatkan kualitas sebagai mahasiswa, dan menunjukan dengan sikap sebagai orang yang terpelajar di dalam bersosialisasi dimasyarakat, menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Dan bersikap yang baik, tidak bersikap yang anarkis dan bersikap seperti preman.


SUMBER / REFERENSI :
(Sumber : Buku MKDU Ilmu Sosial Dasar Oleh: Harwantiyoko, Neltje F. Katuuk Penerbit Gunadarma).